Selasa, 27 November 2012
Ujian Praktik TIK 2012
foto diatas adalah foto pengurus OSIS tahun 2011/2012, yang diketuai oleh Kristina Mensi Eva dengan Wakil Agasta Putra Pradana Tho,foto di atas adalah saat foto bersama setelah upacara pelantikan kepengurusan OSIS tahun 2011/2012
Senin, 29 Oktober 2012
Selasa, 09 Oktober 2012
bijaksana
Bijaksana, siapa sih yang tidak pernah mendengar kata ini. Banyak orang
ingin memiliki sifat ini dan banyak orang yang berharap bertemu dengan
orang-orang yang memiliki sifat ini. Banyak pengertian orang tentang
kata ini dan kita dinilai bijak bukan semata-mata dari apa yang kita
ucapkan dan apa yang kita tulis. Tapi lebih kepada apa dan bagaimana
kita bersikap. Orang-orang bijak menurut saya adalah orang-orang yang
sudah menghilangkan kausa kata ego dalam dirinya, mencoba untuk mengerti
daripada ingin dimengerti, terbuka demokratis dan berlapang dada
menerima semua pujian dan kritikan, menghargai indahnya perbedaan, mampu
mengolah semua input dalam naik turunnya kehidupan. Bijaksana bukan
hanya bijak disana tapi juga harus bijak disini dan disitu. Dan
bijaksana adalah bijak dimana-mana.
Orang-orang
bijaksana cenderung berpengetahuan luas dan orang-orang pintar yang
bertumbuh ‘keatas’ bukan orang-orang pintar yang bertumbuh ke samping
atau bahkan ke bawah. Karena orang-orang pintar yang seperti ini akan
merugikan dirinya sendiri dan juga orang lain. Seperti yang banyak kita
lihat dari beberapa kasus-kasus besar di negeri ini semuanya dilakukan
oleh orang-orang pintar yang tidak bertumbuh ‘keatas’. Jadi kita juga
perlu waspada dengan kepintaran yang kita miliki dan mudah-mudah
kehidupan selalu menunjukkan jalan yang benar kepada kita. Jalan yang di
ridhoi-Nya. Anthony De Mello mengatakan : “Sang Guru selalu senang
mendengar orang mengakui bahwa mereka tidak tahu. Orang condong tambah
bijaksana menurut ukuran kesadarannya, bahwa ia tidak tahu apa-apa,
ujarnya”. Memang semakin kita banyak tahu kalau kita kurang-kurang sadar
bisa membahayakan kita. Gede Prama juga mengatakan bahwa salah satu
ciri orang bijaksana adalah selentur air ketika berkumpul menyatu rapi
saling mengisi dan berpelukan satu sama lain. Tidak seperti batu yang
bertabrakan dan saling menendang setiap kali disatukan. Manusia juga
serupa kebanyakan orang pintar berdebat, beradu argumen dan saling
berbantahan bahkan berkelahi ketika berkumpul, terutama karena kepalanya
dibuat membatu oleh kepintarannya.
Bijak
tidaknya seseorang tidak mutlak ditentukan oleh usia, melainkan
ditentukan oleh kemampuannya membaca dan menyikapi sehingga membentuk
pola pikir dari setiap kejadian atau peristiwa yang terjadi, baik pada
dirinya maupun pada orang lain. Orang yang sudah berusia cukup tua
sekalipun bisa bersikap seperti remaja yang labil jika ia gagal belajar
dan mengkaji kehidupan.
Dan
bijaksana biasanya didapat dari peristiwa-peristiwa atau
kejadian–kejadian yang tidak mengenakkan yang di alami dalam kurun waktu
tertentu dikehidupan. Orang-orang yang cukup lama menderita karena satu
dan lain hal adalah orang-orang yang mendapat tawaran dan berpotensi
besar menjadi orang bijak. Orang-orang seperti Dalai Lama, Mahatma
Gandhi, Jalaluddin Rumi dan Nelson Mandela adalah contoh orang-orang
yang ditempa oleh masalah dan penderitaan yang membuat mereka tambah
bijak. So kalau begitu, jika hari ini ketidakenakan itu sedang
berkunjung ke rumah kehidupan anda terimalah ia dengan kedua tangan dan
kaki terbuka. Karena itulah yang membuat anda minimal tambah bijak satu
strip dari sebelumnya.
By(kompasiana.com)
Introduce
Name : Laurensius Ary Wijonarko
Umur : 16 tahun
Kelas : XI-IA
Sekolah : SMA KATOLIK St. Petrus Kanisius
Hobby : BUlu tangkis ,Sepak Bola
Umur : 16 tahun
Kelas : XI-IA
Sekolah : SMA KATOLIK St. Petrus Kanisius
Hobby : BUlu tangkis ,Sepak Bola
Senin, 08 Oktober 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
