Senin, 29 Oktober 2012

panggung

panggung sekolah tmpat dimana menampilkan semua kreatifitas siswa-siswi di yayasan siswarta cabang Palangka Raya. foto di atas adalah foto bersama penutupan masa orientasi siswa baru tahun 2012/2013

youtubers

http://www.youtube.com/watch?v=PEF2Jhe3PHk

Selasa, 09 Oktober 2012

bijaksana

Bijaksana, siapa sih yang tidak pernah mendengar kata ini. Banyak orang ingin memiliki sifat ini dan banyak orang yang berharap bertemu dengan orang-orang yang memiliki sifat ini. Banyak pengertian orang tentang kata ini dan kita dinilai bijak bukan semata-mata dari apa yang kita ucapkan dan apa yang kita tulis. Tapi lebih kepada apa dan bagaimana kita bersikap. Orang-orang bijak menurut saya adalah orang-orang yang sudah menghilangkan kausa kata ego dalam dirinya, mencoba untuk mengerti daripada ingin dimengerti, terbuka demokratis dan berlapang dada menerima semua pujian dan kritikan, menghargai indahnya perbedaan, mampu mengolah semua input dalam naik turunnya kehidupan. Bijaksana bukan hanya bijak disana tapi juga harus bijak disini dan disitu. Dan bijaksana adalah bijak dimana-mana.
Orang-orang bijaksana cenderung berpengetahuan luas dan orang-orang pintar yang bertumbuh ‘keatas’ bukan orang-orang pintar yang bertumbuh ke samping atau bahkan ke bawah. Karena orang-orang pintar yang seperti ini akan merugikan dirinya sendiri dan juga orang lain. Seperti yang banyak kita lihat dari beberapa kasus-kasus besar di negeri ini semuanya dilakukan oleh orang-orang pintar yang tidak bertumbuh ‘keatas’. Jadi kita juga perlu waspada dengan kepintaran yang kita miliki dan mudah-mudah kehidupan selalu menunjukkan jalan yang benar kepada kita. Jalan yang di ridhoi-Nya. Anthony De Mello mengatakan : “Sang Guru selalu senang mendengar orang mengakui bahwa mereka tidak tahu. Orang condong tambah bijaksana menurut ukuran kesadarannya, bahwa ia tidak tahu apa-apa, ujarnya”. Memang semakin kita banyak tahu kalau kita kurang-kurang sadar bisa membahayakan kita. Gede Prama juga mengatakan bahwa salah satu ciri orang bijaksana adalah selentur air ketika berkumpul menyatu rapi saling mengisi dan berpelukan satu sama lain. Tidak seperti batu yang bertabrakan dan saling menendang setiap kali disatukan. Manusia juga serupa kebanyakan orang pintar berdebat, beradu argumen dan saling berbantahan bahkan berkelahi ketika berkumpul, terutama karena kepalanya dibuat membatu oleh kepintarannya.
Bijak tidaknya seseorang tidak mutlak ditentukan oleh usia, melainkan ditentukan oleh kemampuannya membaca dan menyikapi sehingga membentuk pola pikir dari setiap kejadian atau peristiwa yang terjadi, baik pada dirinya maupun pada orang lain. Orang yang sudah berusia cukup tua sekalipun bisa bersikap seperti remaja yang labil jika ia gagal belajar dan mengkaji kehidupan.
Dan bijaksana biasanya didapat dari peristiwa-peristiwa atau kejadian–kejadian yang tidak mengenakkan yang di alami dalam kurun waktu tertentu dikehidupan. Orang-orang yang cukup lama menderita karena satu dan lain hal adalah orang-orang yang mendapat tawaran dan berpotensi besar menjadi orang bijak. Orang-orang seperti Dalai Lama, Mahatma Gandhi, Jalaluddin Rumi dan Nelson Mandela adalah contoh orang-orang yang ditempa oleh masalah dan penderitaan yang membuat mereka tambah bijak. So kalau begitu, jika hari ini ketidakenakan itu sedang berkunjung ke rumah kehidupan anda terimalah ia dengan kedua tangan dan kaki terbuka. Karena itulah yang membuat anda minimal tambah bijak satu strip dari sebelumnya.

By(kompasiana.com)

Introduce

Name   : Laurensius Ary Wijonarko
Umur   : 16 tahun
Kelas   : XI-IA
Sekolah : SMA KATOLIK St. Petrus Kanisius
Hobby  : BUlu tangkis ,Sepak Bola